Gambar Koala

Uncategorized no image

Published on May 4th, 2019 | by pusiba oiaa

0

FAQ; Menjadi Mahasiswa Al-Azhar Mesir

Bagaimana caranya agar bisa kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir?

Untuk menjadi calon mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir ada dua jalur yaitu melalui PUSIBA dan jalur seleksi yang diadakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI.

Kapan waktu seleksi masuk ke Universitas Al-Azhar?

Ujian seleksi masuk ke Universitas Al-Azhar yang diselenggarakan oleh Diktis Kemenag RI diadakan antara bulan Maret, April atau Mei setiap tahunnya. Tanggal pastinya akan diumumkan di situs resmi: diktis.kemenag.go.id dan waag-azhar.or.id

Adakah jadwal pastinya?

Sampai saat ini tidak ada jadwal pasti, tetapi setiap tahunnya diadakan di antara ketiga bulan tersebut (Maret, April dan Mei).

Di mana tempat seleksi masuk Al-Azhar?

Biasanya di kampus-kampus berikut:

UIN Jakarta, UIN Jogja, UIN Surabaya, UIN Malang, UIN Semarang, UIN Makassar, UIN Sumatera Utara, IAIN Imam Bonjol, UIN Ar-Raniry, UIN Riau, IAIN Raden Fatah Palembang.

Kampus-kampus yang ditunjuk sebagai tempat penyelenggara ujian seleksi dapat berubah setiap tahunnya sesuai kebijakan Kementerian Agama.

Apa saja syarat untuk bisa ikut seleksi?

1. Mendaftar online di situs diktis.kemenag.go.id kolom Timur Tengah. Halaman ini akan muncul saat pendaftaran sudah resmi dibuka.

2. Saat daftar akan dimintai upload file pasfoto 3×4 untuk kartu ujian.

3. Menyerahkan fotokopi ijazah MA sederajat (atau surat keterangan lulus, atau surat keterangan hasil ujian) dan pasfoto.

4. Mencetak kartu ujian melalui situs pendaftaran dan dibawa ketika ujian.

5. Membayar biaya administrasi yang besarannya akan diumumkan secara resmi nanti (tahun lalu biayanya Rp200.000 per orang)

Berapa usia maksimal ijazah?

Dua tahun.

Ujian seleksi tersebut untuk beasiswa atau non-beasiswa?

Seleksi tersebut untuk program beasiswa dan non-beasiswa. Saat mendaftar, calon peserta akan diminta untuk memilih program beasiswa atau non beasiswa.

Ujian ini biasanya juga berbarengan dengan seleksi beasiswa ke Maroko, Sudan dan Lebanon. (Soal informasi ke Maroko, Sudan dan Lebanon, silakan langsung bertanya ke Kementerian Agama RI).

Materi apa saja yang ditanyakan dalam ujian seleksi beasiswa dan non-beasiswa?

Materi ujian tulis biasanya: hafalan Alquran, Bahasa Arab (Nahwu, Sharaf, Balagah), Sejarah Kebudayan Islam, Mustalah Hadis, Fikih dan Usul Fikih, pengetahuan umum tentang keislaman, serta insya’. Pilihan tema insya’ ditentukan di dalam soal.  

Materi ujian lisan biasanya: hafalan Alquran, muhadatsah, kaidah bahasa Arab (Nahwu, Sharaf, Balagah), dan materi-materi dasar keislaman lain sesuai kebijakan penguji masing-masing.

Materi soal berubah-ubah, misalnya tahun ini bisa jadi ada soal balagah, tahun depan bisa jadi tidak ada.

Tahun 2019, Kementerian Agama berencana menekankan pada kemampuan bahasa (analisis teks, kekayaan kosakata, Nahwu, Sharaf, Balaghah). Bisa jadi ada sedikit perubahan pada pola soal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apakah rencana ini jadi diterapkan atau tidak, hal ini hanya dapat diketahui saat soal sudah dibagikan di ruang ujian nanti.

Apakah ada syarat hafalan Alquran? Berapa juz?

Ada. Setiap calon mahasiswa harus hafal minimal 2 juz, yaitu juz 1 dan juz 2, dimulai dari Al-Baqarah, bukan dari juz 30 dan 29. Tidak bisa ditawar.

Berapa lama jarak antara ujian dan pengumuman kelulusan?

Biasanya seminggu, tetapi bisa jadi kurang dari seminggu, dan bisa jadi pula lebih dari seminggu. Semua tergantung kebijakan Kementerian Agama RI.

Berapa lama jarak antara pengumuman kelulusan dan keberangkatan ke Mesir?

Normalnya proses pemberkasan dan pendaftaran memakan waktu kurang lebih sebulan, terhitung sejak pengumuman. Proses yang memakan waktu adalah proses visa, karena sangat bergantung pada persetujuan Pemerintah Mesir. Mengurus visa masuk 1000-an orang dalam satu waktu bukan hal mudah. Tahun 2018, persetujuan visa untuk semua Camaba baru turun setelah 3 bulan menunggu.

Bila disamakan dengan tahun 2018, maka perkiraan keberangkatan adalah bulan Oktober. Lagi-lagi kepastiannya masih menunggu kapan Pemerintah Mesir menyetujui pemberian visa masuk bagi seluruh calon mahasiswa baru (Camaba) dari Indonesia pada tahun ini.

Apakah harus melalui kelompok-kelompok pemberangkatan?

Tidak. Sejak sebelum ujian, calon mahasiswa bebas memilih akan berangkat melalui jalur panitia pusat (Panitia Pemberkasan dan Pendaftaran Mahasiswa Baru/P3MB) OIAA Indonesia, atau melalui kelompok-kelompok pemberangkatan (kelompok bimbel). Silakan hubungi P3MB untuk informasi lebih lanjut.

Jurusan apa saja yang ada di Al-Azhar?

Universitas Al-Azhar Mesir memiliki jurusan keagamaan dan jurusan umum. Seleksi ini hanya untuk fakultas/jurusan keagamaan, yakni:

Bahasa Arab, Syari’ah, Ushuluddin (Tafsir, Hadis, Akidah-Filsafat), Dakwah, dan Dirasat Islamiyyah.

Bagaimana bila saya ingin kuliah di fakultas/jurusan umum?

Silakan langsung bertanya kepada Kedutaan Besar Mesir di Jakarta karena jalur/prosedurnya beda.

Berapa lama masa studi S1 di Universitas Al-Azhar?

Saat ini masa studi di Al-Azhar adalah 4 tahun, ditambah satu tahun kelas persiapan bahasa, kecuali untuk Fakultas Syari’ah wal Qanun yang masa studinya memang 5 tahun.

Untuk yang mengikuti kelas persiapan bahasa di Jakarta, masa studinya hanya 4 tahun, karena kelas bahasa dari level 3 sampai 6 sudah diselesaikan di Jakarta pada medio Juni sampai Oktober.

Adakah beasiswa kuliah di Al-Azhar?

Ada. Setiap tahunnya Al-Azhar menyediakan 20 kuota beasiswa. Jumlah kuota ini bisa berubah setiap tahunnya tergantung kebijakan Al-Azhar.

Bagaimana caranya memperoleh beasiswa tersebut?

Beasiswa tersebut dapat diraih hanya dengan satu cara: yakni mengikuti seleksi yang diadakan oleh Kementerian Agama RI bersamaan dengan seleksi non-beasiswa.

Apakah ada beasiswa jalur tahfiz?

Tidak ada.

Adakah beasiswa dari Al-Azhar untuk program S2?

Tidak. Seleksi di Kemenag ini hanya untuk S1.

Apakah Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) sama dengan 20 beasiswa reguler jalur Kemenag?

Beda. Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Luar Negeri adalah beasiswa dari Pemerintah RI, sedangkan 20 beasiswa reguler Kemenag adalah beasiswa dari Al-Azhar Mesir. PBSB Luar Negeri diadakan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpdpontren) Kemenag, sedangkan Beasiswa Al-Azhar non-PBSB yang berjumlah 20 kuota dikelola oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag. Jadi PBSB dan beasiswa Al-Azhar regular berada di bawah direktorat berbeda, sehingga pelaksanaan ujiannya berbeda pula. Peserta yang dinyatakan lulus PBSB Luar Negeri tetap harus mengikuti seleksi yang diadakan oleh Diktis Kemenag.

PBSB Luar Negeri mulai diadakan pada tahun 2019, dan merupakan beasiswa penuh, mencakup mulai dari kelas persiapan bahasa, biaya hidup dan biaya kuliah sampai lulus. Pendaftaran PBSB untuk ke Al-Azhar Mesir dibuka sampai tanggal 15 April 2019.

Mengapa ada lembaga di luar Kemenag yang mengaku memberikan beasiswa studi ke Al-Azhar?

Jatah beasiswa yang diberikan oleh Al-Azhar kepada Indonesia dapat diperoleh melalui jalur-jalur resmi berikut:

  1. 20 beasiswa khusus untuk Kedutaan Besar (Kedubes) Mesir di Jakarta (info ujian dan syaratnya silakan langsung hubungi Kedubes Mesir di Jakarta).
  2. 30 beasiswa khusus untuk Nahdlatul Ulama (info ujian dan syaratnya silakan hubungi kantor PBNU di Jakarta)
  3. 80 beasiswa khusus untuk Pondok Modern Darussalam Gontor (info ujian dan syarat silakan hubungi Pondok Gontor)
  4. 20 beasiswa terbuka untuk seluruh calon mahasiswa dari Indonesia yang penerimanya ditentukan oleh Diktis Kemenag sesuai hasil seleksi di UIN se-Indonesia.

Selain keempat jalur tersebut, tidak ada lagi jalur resmi penyaluran beasiswa yang diberikan oleh Al-Azhar Mesir.

Bila ada lembaga yang mengaku memberikan beasiswa, maka maksudnya adalah biaya sponsor, artinya lembaga tersebut menyediakan biaya studi untuk calon mahasiswa yang mereka seleksi sendiri. Syarat utama beasiswa ini adalah: lulus seleksi yang diadakan Diktis Kemenag RI di UIN-UIN yang ditunjuk oleh Kemenag.

Beasiswa dari Al-Azhar mencakup apa saja?

20 beasiswa dari Al-Azhar mencakup tempat tinggal (asrama Al-Azhar), makan 2x sehari, uang saku sekitar Rp425.000, biaya kursus persiapan bahasa/daurah lughah (harus di Mesir), tiket pesawat berangkat (tergantung kebijakan Al-Azhar tiap tahun). Tidak termasuk biaya visa di Kedubes Mesir di Jakarta.

Setelah dinyatakan lulus program beasiswa, apakah langsung berangkat atau menunggu?

Setelah resmi dinyatakan lulus, penerima beasiswa regular (non-PBSB) harus menunggu sampai proses pendaftaran selesai. Kepolisian Mesir akan melakukan pemindaian terhadap data-data calon mahasiswa beasiswa. Lolos di proses ini adalah syarat turunnya visa approval/muwafaqah amniyyah/persetujuan pengeluaran visa masuk bagi calon mahasiswa beasiswa. Proses ini tidak bisa diprediksi berapa lama akan selesai.

Setelah persetujuan visa keluar, selanjutnya mahasiswa beasiswa harus menunggu tiket pesawat yang dibelikan oleh Al-Azhar resmi dikirim ke Kedubes Mesir di Jakarta. Pencairan biaya dan pembelian tiket yang dilakukan oleh bagian administrasi Al-Azhar ini juga memakan waktu yang tidak bisa diprediksi.

Biasanya mahasiswa peraih beasiswa harus menunggu beberapa waktu terhitung sejak tanggal pengumuman kelulusan. Lamanya menunggu bisa 3 bulan, 6 bulan, atau paling lama setahun. Lama-tidaknya menunggu sangat bergantung kepada proses pemindaian data  oleh Kepolisian Mesir dan proses pembelian tiket oleh administrasi Al-Azhar.

Penerima beasiswa PBSB Luar Negeri statusnya disamakan dengan non-beasiswa Mesir, karena beasiswanya bukan dari Al-Azhar, sehingga tidak perlu menunggu seperti penerima 20 beasiswa dari Al-Azhar. Penerima beasiswa PBSB bisa langsung berangkat bersama dengan peserta program non-beasiswa lainnya.

Berapa total biaya untuk beasiswa dan non beasiswa?

Beasiswa: hanya membayar biaya visa masuk di Kedubes Mesir sebesar US$20 (dua puluh dolar Amerika, dalam bentuk dolar, tidak boleh rupiah), dan biaya penerjemahan dokumen di penerjemah tersumpah beserta legalisir di Kemenkumham dan Kemenlu sekitar 1,4 juta rupiah.  

Tiket pesawat berangkat sudah ditanggung Al-Azhar dalam tiga tahun terakhir, sebelumnya ditanggung oleh masing-masing. Bila nanti kebijakan Al-Azhar soal tiket berangkat berubah – semoga tidak – estimasi harga tiket one way/ sekali jalan ke Mesir adalah 7 – 8 juta rupiah.

Setiap bulan penerima beasiswa mendapatkan uang saku dari Al-Azhar yang besarnya sekitar Rp 425,000. Bagi sebagian mahasiswa, jumlah tersebut sudah cukup untuk menutupi biaya transportasi, jajan dan pulsa. Bagi sebagian mahasiswa lainnya jumlah tersebut belum cukup, sehingga perlu tambahan. Cukup atau tidak cukup standarnya kembali ke gaya hidup masing-masing.

Non beasiswa: bagi yang ingin diberangkatkan oleh panitia pusat, maka biaya pemberkasan dan pemberangkatan adalah 13 juta rupiah, mencakup: biaya pendaftaran, pemberkasan, tiket berangkat, penjemputan di bandara Cairo, biaya iuran sewa flat (rumah) dan iuran uang makan selama satu bulan pertama. (Angka 13 juta adalah biaya untuk tahun 2018. Jika ada perubahan, akan diumumkan di situs resmi panitia pemberkasan di http://maba.waag-azhar.or.id)

Biaya wajib Pendaftaran, Pemberkasan dan Pemberangkatan (P3) mencakup apa saja?

Biaya wajib P3 mencakup:

  • Biaya pemberkasan di Indonesia: Rp1.850.000
  • Biaya pemberkasan di Mesir: US$100 (seratus dolar Amerika)
  • Biaya sewa rumah dan iuran makan satu bulan pertama di Mesir: US$85 (delapan puluh lima dolar Amerika)
  • Iuran Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir (PPMI): US$25 (dua puluh lima dolar Amerika). US$100 + US$85 + US$25 = US$ 210

Dengan perkiraan kurs US$1 = Rp14.500, maka total biaya pemberkasan yang dibayar saat daftar ulang adalah Rp1.850.000 + Rp3.045.000(US$210 x 14.500) = Rp4.895.000,-

Maka perkiraan uang tiket pesawat adalah: Rp8.105.000,-

Apakah biaya wajib P3 harus dibayar dalam sekali setor?

Biaya yang wajib diserahkan saat daftar ulang adalah biaya pemberkasan dan pendaftaran sebesar Rp4.895.000,-

Biaya tiket pesawat dapat dibayarkan kemudian, yakni saat pembelian tiket pesawat menjelang keberangkatan. Jarak antara pemberkasan dengan keberangkatan tidak bisa diprediksi. Pada tahun 2018, jarak antara daftar ulang dan pemberkasan sekitar 3 bulan. Pada tahun-tahun sebelumnya, jaraknya rata-rata 1 bulan.

Biaya wajib P3 dan biaya tiket (total Rp13 juta) juga dapat dibayar lunas saat daftar ulang.

Kapan daftar ulang dibuka?

Daftar ulang dibuka setelah pengumuman kelulusan, biasanya dibuka selama 10 hari kerja. Tanggal pastinya akan diumumkan di situs resmi P3MB di www.maba.waag-azhar.or.id

Informasi lain terkait mekanisme beasiswa dan non beasiswa juga dapat dibaca di situs tersebut.

Apakah wajib tinggal di asrama Indonesia?

Calon mahasiswa putra tidak wajib tinggal di asrama. Mahasiswi/putri tidak tinggal di asrama, tetapi harus menyewa rumah di luar asrama yang akan diurus oleh panitia masing-masing. Mayoritas mahasiswa Indonesia di Mesir tidak tinggal di asrama Indonesia. Asrama Indonesia hanya diperuntukkan bagi calon mahasiswa baru.

Berapa biaya tinggal di asrama Indonesia?

Bagi yang memilih untuk tinggal di asrama Indonesia, biayanya adalah US$50 (lima puluh dolar Amerika) per bulan, dibayarkan sekaligus 12 bulan sebelum pemberangkatan (12×50 = US$600 (enam ratus dolar Amerika). Biaya tersebut sudah termasuk makan, air dan listrik. Kamar sudah ada ranjang, kasur, lemari dan meja belajarnya.

Wajibkah mengikuti kelas persiapan bahasa?

Wajib. Setiap calon mahasiswa Al-Azhar wajib mengikuti kelas persiapan bahasa setibanya di Mesir atau di cabang Markaz Syekh Zayed di Jakarta. Tanpa melalui kelas persiapan bahasa ini, calon mahasiswa tidak bisa kuliah di Universitas Al-Azhar.

Berapa lama masa studi di kelas persiapan bahasa?

Tergantung kemampuan dan penguasaan bahasa masing-masing. Tetapi setiap tahunnya hanya sedikit mahasiswa Indonesia yang bisa langsung kuliah. Mayoritas mahasiswa harus kursus di kelas bahasa beberapa bulan, namun karena waktu kursus yang berbarengan dengan awal tahun ajaran, rata-rata calon mahasiswa harus menunggu selama satu tahun ajaran untuk bisa mulai kuliah.

Untuk mengatasi masalah itu, Markaz Syekh Zayed membuka cabang resmi di Jakarta yang dikelola oleh Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia. Masa menunggu keberangkatan dari Juni sampai Oktober dimanfaatkan untuk mengadakan kelas persiapan bahasa (daurah lughah) dari level 3 sampai 6, sehingga setibanya di Mesir, mahasiswa bisa langsung kuliah sambil menyelesaikan level 7 di Markaz Syekh Zayed pusat.

Kapan penentuan level/tahdid mustawa diadakan?

Calon mahasiswa bisa memilih ikut tahdid mustawa di Mesir saat tiba nanti, atau bisa juga di cabang Markaz Syekh Zayed di Indonesia yang dikelola oleh OIAA Indonesia. Pelaksanaan placement test/tahdid mustawa di Jakarta diadakan setelah pengumuman kelulusan seleksi oleh Kemenag RI.

Siapa yang mengadakan kelas bahasa (DL)?

Pusat Pengajaran Bahasa Arab Markaz Syekh Zayed yang berlokasi di dalam kampus Universitas Al-Azhar dan cabang resmi Markaz Syekh Zayed di Jakarta (PUSIBA).

Berapa biaya kelas persiapan bahasa tersebut setiap levernya?

660 Pound Mesir per bulan (sekitar Rp 561.000) untuk yang mengikuti kelas bahasa di Mesir.

Apakah kelas persiapan bahasa harus diikuti di Mesir?

Tidak. Mulai 2019, Pusat Pengajaran Bahasa Arab Syekh Zayed telah membuka cabang resmi di Indonesia bernama Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) Organisasi Inernasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia. Jadi, para calon mahasiswa bisa mengikuti kelas persiapan bahasa di Mesir atau di Jakarta.

Apa perbedaan kelas persiapan bahasa di Mesir dan di Jakarta?

Karena berada di bawah lembaga yang sama, yakni Markaz Syekh Zayed, maka kurikulum, pengajar, pengakuan dan kualitas kedua lembaga ini sama saja.

Yang bisa mengikuti kelas bahasa di Jakarta hanya yang sudah mencapai level 3 setelah placement tes/tahdid mustawa, sedangkan kelas bahasa di Mesir melayani kursus mulai dari level 1 sampai 7.

Peserta kelas bahasa (daurah lugah) di PUSIBA Jakarta bisa langsung masuk kuliah pada Oktober-November 2019, sedangkan peserta kelas bahasa di Mesir baru bisa kuliah pada September/Oktober 2020 karena harus mengikuti kelas bahasa dulu selama 7 – 10 bulan (tergantung level kemampuan saat placement test/tahdid mustawa).

Berapakah biaya kelas bahasa di PUSIBA untuk setiap levelnya?

Biaya yang harus dikeluarkan ketika mengikuti kelas bahasa di Pusiba adalah 1.625.000 untuk setiap level.

Berapakah total biaya yang harus dikeluarkan untuk kelas bahasa di PUSIBA sampai dengan selesai?

Total biaya yang menjadi tanggungan setiap peserta didik PUSIBA itu tergantung hasil dari placement test (tahdid mustawa). semakin tinggi level yang diperoleh maka semakin sedikit biaya yang dikeluarkan dan berlaku untuk sebaliknya.

Di mana lokasi kelas persiapan bahasa di Indonesia?

Di kampus Universitas Islam Asy-Syafi’iyyah, Pokdok Gede, Bekasi.

Kapan pendaftaran daurah lughah di Indonesia dibuka?

Waktu pembukaan pendaftaran daurah lughah di Indonesia akan diumumkan kemudian melalui situs resminya di: www.pusiba.com (Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab – Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia)

Bolehkah mengikuti tahdid mustawa di Indonesia?

Boleh. Calon mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus di seleksi Kemenag RI dan ingin mengetahui level kemampuan bahasanya, boleh mengikuti ujian placement test/penentuan level/tahdid mustawa  di Indonesia, boleh juga di Mesir. Ujian penentuan level bagi non-beasiswa dilaksanakan bersamaan dengan ujian penentuan level bagi para calon mahasiswa yang ingin mengikuti daurah lughah (DL)di Indonesia.

Berapa biaya hidup mahasiswa di Mesir?

Biaya hidup standar mahasiswa Indonesia di Mesir sangat ditentukan oleh gaya hidup. Rp1.500.000,- biasanya dianggap cukup (sudah termasuk patungan sewa rumah, makan, jajan dan transportasi).

Berapa biaya kuliah di Universitas Al-Azhar untuk non-beasiswa?

Pada dasarnya kuliah di semua jurusan keagamaan itu gratis. Mahasiswa hanya dibebani biaya daftar ulang, pembuatan kartu mahasiswa dan biaya diktat kuliah. Semua biaya kebutuh tersebut jika dirupiahkan menjadi sekitar Rp 500.000 – Rp 700.000 (maksimal) per tahun. Ya, per tahun.

Adakah beasiswa on-going?

Ada. Mahasiswa yang sudah lulus tahun pertama kuliah (naik ke tingkat dua) dengan nilai minimal Jayyid, ia dapat mengajukan beasiswa ke beberapa lembaga pemberi beasiswa seperti Bait Zakat Kuwait dan Al-Majlis Al-A’la.

***

*Temukan informasi lainnya di situs resmi Camaba Al-Azhar di: http://maba.waag-azhar.or.id  (kolom mekanisme beasiswa/non beasiswa). Bila yang kamu cari belum ada di sana, silakan kirim pertanyaan melalui pesan Whatsapp ke: 0822 6009 9292 atau 0812 9184 5659

**Informasi lain tentang daurah lugah di Indonesia dapat dilihat di situs resminya di www.pusiba.com (Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab – Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar – OIAA Indonesia).

*** Semua nominal biaya pemberkasan dan pemberangkatan serta biaya daurah lugah di PUSIBA yang disebutkan di sini adalah perkiraan. Keterangan resminya akan diumumkan pada waktunya di situs panitia pusat (P3MB) serta di situs resmi PUSIBA di:

http://maba.waag-azhar.or.id       www.pusiba.com

Bagikan Informasi


About the Author



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑